Ketua Satgas Pangan Sumut: Aplikasi Kedai Kita Solusi di Tengah Pandemi Covid-19

Minggu, 03 Mei 2020 : 13.00
Ketua Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara, Kombes Pol Rony Samtana saat memberikan sambutan pada Grand Opening Kedai Kita di Jalan PWS No. 28 Sei Putih TIM II, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan
Di tengah situasi Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) saat ini, kontak langsung dalam kerumunan menjadi hal yang terlarang bagi pemerintah. Tidak lain untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona di tanah air.

Meski begitu, di tengah situasi pandemi Corona, belanja kebutuhan sembako menjadi hal utama yang tidak dapat dipungkiri.

Menjawab persoalan itu, saat ini telah hadir Kedai Kita sarana belanja kebutuhan Sembako dan segala macam kebutuhan rumah tangga sudah bisa diperoleh melalui belanja online, khususnya bagi warga di Kota Medan dan sekitarnya.

Selain mudah memperoleh kebutuhan pokok sehari-hari, harga yang diberikan juga sesuai dengan harga di pasar tradisional, sehingga memudahkan konsumen untuk berbelanja Sembilan bahan pokok di Kedai Kita secara online.

Hadir dan memberikan sambutan sekaligus memotong tumpeng dalam grand opening Kedai Kita di Pusat Kedai Kita, Jalan PWS No.28, Sei Putih Tim II, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (2/5/2020), Ketua Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara Kombes Pol Rony Samtana mengapresiasi kehadiran Kedai Kita di tengah situasi pandemi Covid-19.

Usai memotong tumpeng dan berbuka puasa bersama dengan Komisaris dan CEO serta manajemen Kedai Kita, Kombes Pol Rony Samtana kepada wartawan menyebutkan keberadaan Kedai Kita menjadi solusi sekaligus menjalankan amanah pemerintah dalam situasi pandemi virus corona saat ini.

“Kita ketahui sekarang kan ada Covid-19, dimana pemerintah menganjurkan kita untuk melakukan physical distancing, (namun) kita tidak bisa pungkiri bahwa masyarakat membutuhkan kebutuhan sehari-hari yang selama ini mereka bisa dapatkan dari pasar-pasar Tradisional,” kata Ketua Satgas Pangan Sumut.

Namun, lanjut Rony Samtana yang juga Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut ini mengatakan, tidak bisa pungkiri bahwa kalau berbelanja ke pasar tradisional akan sangat sulit untuk memastikan adanya physical distancing.

“Walaupun sekarang banyak himbauan, tapi faktanya kita bisa lihat di masyarakat, di pasar-pasar (tradisional) tetap aja mereka berdesak-desakan. Nah, dengan adanya Kedai Kita online ini, setidaknya menjadi jawaban, artinya masyarakat Medan sudah bisa berbelanja secara online,” ujarnya.

“Aplikasinya sudah kita coba, ternyata cukup sederhana, cukup menarik modelnya juga dan cukup gampang, artinya ini bisa menjadi solusi baru bagi masyarakat Kota Medan dalam hal berbelanja kebutuhan dapur,” tukasnya.

Lebih lanjut dikatakan Ketua Satgas Pangan Sumatera Utara, pihaknya tentu mendukung keberadaan, selain karena harga yang cukup terjangkau dan telah mengikuti kerangka acuan harga eceran pemerintah.

“Artinya keberadaan Kedai Kita ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang ingin memastikan bahwa harga sembako itu masih terjangkau. Beberapa kali kami lihat, misalnya di toko-toko tradisional yang lain, banyak yang produknya justru sudah melambung sekarang, tapi kami perhatikan di Kedai Kita masih tetap bertahan dengan komitmen awalnya,” tandas Kombes Pol Rony Samtana.

Chief Executive Officer (CEO) PT Kedai Kita Simalem Sudarto Sitepu kepada wartawan usai grand opening Kedai Kita menyebutkan, Kedai Kita telah hadir setahun yang lalu dan memiliki 12 titik di pasar tradisional yang di kelola PD Pasar Kota Medan.

Tujuan kehadiran Kedai Kita saat ini untuk memudahkan masyarakat untuk berbelanja secara online, seluruh kebutuhan pokok baik secara eceran maupun grosir telah tersedia.

“Pada saat ini kita ekspansi ke online dengan merek Kedai Kita, kita menjual seluruh kebutuhan rumah tangga, yang paling utama adalah sayur dan ikan segar (dan ikan asin) itu yang paling utama,” kata CEO Kedai Kita.

Lalu dari mana saja produk sembako yang diperoleh Kedai Kita ? Sudarto mengatakan pihaknya memiliki mitra di masing-masing outlet yang telah bekerjasama.

“Kita telah menjalin kerjasama dengan UMKM di masing-masing pasar, semuanya sebagai mitra Kedai Kita,” ujarnya.

Selain berbelanja online dan bayar tunai melalui aplikasi Kedai Kita, pihaknya juga melayani pembayaran melalui cash on delivery (COD).

Harga yang dipatok Kedai Kita sesuai dengan harga di pasar tradisional, sehingga terdengar modern, namun harga barang sesuai dengan pasar tradisional.

“Misalkan harga salah satu ikan Rp 17 ribu, kita tetap menjual Rp 17 ribu. Dimana kita mendapat keuntungan ? Kita akan mendapat keuntungan disaat kita mempunyai penjualan dengan mereka (UMKM) itu sudah lumayan besar, mereka akan memberikan diskon ke kita,” ungkap Sudarto Sitepu.

Sedangkan, soal kualitas barang Sudarto menjamin dan menjadi perioritas utama.

“Kalau quality control kita sangat utamakan, nomor satu. Kenapa? Di saat produk tidak memenuhi standar, besok customer tidak mau lagi belanja, makanya disaat ada orederan misalnya ikan teri dua ons setengah, sudah dipacking dari mitra kita, kita tetap melakukan timbangan ulang di Kedai Kita, untuk menghindari perbedaan ukuran,” ujarnya.

CEO Kedia Kita juga menyebutkan, dengan memiliki 1800 item produk yang dimiliki Kedai Kita, ada keuntungan tersendiri bagi para konsumen untuk berbelanja di Kedai Kita.

“Kita saat ini sudah menjadi Mitra Ekslusif dari GoJek. Sehingga bila saat ini belanja Rp 17 ribu dapat potongan Rp 10 ribu dari GoJek, khususnya untuk belanja melalui aplikasi Kedai Kita karena Kedai Kita tidak melakukan kerjasama dengan transportasi online lain,” tandasnya.

Sudarto menambahkan, potongan harga dengan Gojek masih berlaku hingga saat ini, alasannya saat ini transportasi orang berkurang akibat pandemic Covid-19, sehingga Gojek terus mempertahankan pelaku bisnis seperti Kedai Kita.

Kantor Pusat PT. Kedai Kita Simalem

KedaiKita.id - PT. Kedai Kita Simalem